Senin, 15 Juni 2015

Cara subnetting kelas C


Berawal cerita dari interview saat melamar pekerjaan (padahal maunya melamar wanita,,, yaelah mau melamar siapa coba bang? emang udah punya calon? hahaha)
saat itu gw ditanyain masalah subnetting 
nah berhubung udah lama banget ngak ngotak-atik beginian jadinya setengah inget dan setengah lupa gitu...
setelah merenung beberapa menit akhirnya bisa jawab juga (LANGSUNG JINGKRAK2)
haha.... malu-maluin yak ngakunya anak IT tapi disuruh subnetting aja PAKE ACARA LUPAAAAAA!!!!!!!!!!!! -_-"
 
Mungkin temen2 yang sedikit mengalami kesulitan dalam melakukan Subnetting, nih gw transfer chakra (berasa naruto aja yak) gw  kepada temen2, atau yang mungkin sudah pro bisa memberikan komentar kalo-kalo yang gw share ini masih terdapat kesalahan...

Y udah yok kita mulai aja becandanya,,,, eh pelajarannya ding
sebelumnya udah pada tau kan apa itu subnetting??
kalo belom pada tau nih sederhanaya gini aja
 
Intinya Subnetting adalah memecah jaringan dari jaringan yang besar menjadi jaringan yang kecil, sehingga jumlah jaringan dan host menjadi maksimal dan optimal.
Nah gw akan mencoba memberikan sedikit kemudahan dalam melakukan Subnetting
dalam melakukan Subnetting, yang harus diperhatikan adalah jumlah bit 0 dan 1
Bit tersebut didapat dari netmask jaringan, Kita mulai dari menentukan netmask jaringan:

1. Biasanya didalam soal, terdapat pertanyaan berapakah netmask dari ip
192.168.182.55/27
Ga usah bingung, karena jawabannya sudah ada di soal, sekarang caranya tinggal kalian tulis tuh angka 1 sebanyak 27 kali, dan ingat harus dipisah dengan titik tiap 8 bit
11111111.11111111.11111111.11100000
Nah seperti diatas ini, setelah ditulis sebanyak 27 kali, tinggal kalian konversikan aja ke decimal
untuk 8 bit yang terisi penuh dengan 1, (11111111) pasti decimalnya = 255
karena merupakan hasil penjumlahan dari 2^7 + 2^6 + 2^5 + 2^4 + 2^3 + 2^2 + 2^1 + 2^0 = 255
jadi tak perlu dihitung…
Yang perlu dihitung adalah yang tidak penuh dengan 1 ataupun 0, yaitu 11100000
1 nya terdapat di tiga bit yang pertama, maka decimalnya adalah 2^7 + 2^6 + 2^5 = 224
Jadi netmasknya adalah 255.255.255.224


2. Nah kalo ditanya lagi berapa jumlah host dan jaringannya
gampang itu mah, tinggal ambil lagi 8 bit yang tidak berisi 0 dan 1 penuh, yaitu 11100000
Rumusnya 1 adalah jaringan dan 0 adalah host
jumlah jaringannya adalah 2^(jumlah 1) = 2^3 = 8
Berarti terdapat 8 jaringan
hotnya (2^(jumlah 0)) – 2 = (2^5) -2 = 32 – 2 – 30
Mengapa dikurangi 2? Karena ip paling pertama dipakai untuk ip network, dan ip terakhir dipakai untuk ip broadcast
Jadi /27 terdapat 8 jaringan dan 30 host ditiap jaringannya. 

3. Nah kalo ditanya 192.168.182.55/27 berada pada jaringan ke berapa, ip Network ? Ip Broadcast?
Inipun mudah, /27 tadi kan memiliki 8 jaringan, sekarang pertanyaannya192.168.182.55/27 berada pada jaringan ke berapa, tinggal begini saja caranya:
dalam 1 jaringan terdapat 8 bit, jadi jumlah ip maximal adalah 2^8 = 256
256 / 8 (Jumlah jaringan) = 32
jar 1    jar 2      jar 3     jar 4
0         32         64        96 –> ip network
|            |            |
31       63         95         –>ip broadcast
Jadi, buat bagan seperti diatas sampai bit terakhir dari ip 192.168.182.55/27 yaitu 55 masuk kedalam salah satu range
kelipatan 32 yang sudah kita cari menjadi ip network, dan ip broadcast hanya tinggal ip network selanjutnya dikurangi 1
sekarang bisa dilihat, bahwa ip 192.168.182.55/27 berada pada jaringan ke 2, dengan ip network 192.168.182.32 dan ip broadcast 192.168.3.63…
gimana? gampang kan yak...

4. Kalo misalnya ada soal sebuah Warnet membutuhkan 120 komputer, berapa netmask, dan jumlah jaringan yang paling optimal
Nah, jika kita memakai netmask /24 otomatis bisa juga, karena bisa menampung host sampai 254, tetapi bukan itu yang dimaksud optimal.
Untuk mendapatkan hasil optimal, harus dicari jumlah host paling minimal untuk menampung semua komputer di warnet, yaitu 100 komputer, jadi kita cari 0 – nya dulu, dengan rumus 2^n – 2 = 100
Maka n yang mendekati = 7, karena 2^7 – 2 = 128, bisa menampung 120 komputer, jadi didapat
10000000 –> dengan nol sebanyak 7
dengan melihat hasil ini, bisa di ketahui bahwa netmasknya = 255.255.255.128
dengan jumlah jaringan sebanyak 2^1 = 2 jaringan


5. intinya cari 0 dan 1 nya (Subnet Mask dalam Binary), setelah itu baru deh banyakin berdoa

Read more »

Sabtu, 17 Januari 2015

Pendakian Gunung Prau

Dieng adalah kawasan dataran tinggi di Jawa Tengah, yang masuk wilayah Kabupaten Banjarnegara dan Kabupaten Wonosobo. Letaknya berada di sebelah barat kompleks Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing. Dieng adalah kawasan vulkanik aktif dan dapat dikatakan merupakan gunung api raksasa dengan beberapa kepundan kawah. Ketinggian rata-rata adalah sekitar 2.000 m di atas permukaan laut. Suhu berkisar 12—20°C di siang hari dan 6-10°C di malam hari. Pada musim kemarau (Juli dan Agustus), suhu udara dapat mencapai 0°C di pagi hari dan memunculkan embun beku. Kata orang Dieng merupakan Tanah  Surga. dari berbagai  destinasi wisata yang ada di dieng, ada satu gunung yang tidak begitu tinggi namun memiliki pemandangan yang sangat indah yaitu Gunung Prau yang memiliki ketinggian 2565 mdpl. Gunung ini sedang hangat-hangatnya dibicarakan diantara kalangan para pendaki, tidak begitu tinggi tetapi menyuguhkan pemandangan yang luar biasa cantik, dari atas puncaknya dapat terlihat puncak tujuh gunung di Jawa Tengah.

Titik awal pendakian menuju Gunung Prau ini ada dua lokasi, yang pertama Patak Banteng. Jalur Patak Banteng ini memang lebih cepat untuk sampai ke Gunung Prau tetapi seperti biasa makin cepat sampai makin nanjak, Jalur kedua yaitu Jalur Kejajar yang saat ini sudah menjadi jalur resmi. 

Jumat 18 April 2014
Sesuai kesepakatan anak2 tempepala pagi hari pukul 6.00 saya berangkat dari jogja bersama adik sepupu saya (mufid), iqbal dan evi. sedangkan bang joe dan eva berangkat dari semarang. dan bang aan berangkat menggunakan bis. kami berjanji akan bertemu di basecamp kledung pendakian gunung sindoro karena untuk menuju dieng pasti melewati jalur ini.Sesampainya di basecamp kledung sindoro ternyata bang joe dan eva telah menunggu kami. setelah sekitar 15 menit istirahat dan foto2 dengan latar belakang gunung sumbing, kami melanjutkan perjalanan menuju wonosobo. setelah sampai di wonosobo kami bertemu dengan bang fahim sebentar dan bang fahim mengantarkan kami menuju ke arah jalur dieng. bang fahim sendiri tidak bisa ikut melakukan pendakian karena sedang menjaga pamannya yang dirawat dirumah sakit.Pukul 11 kami sampai di dieng. mengisi perut yang lapar lalu pergi ke masjid untuk melaksanakan sholat jumat. setelah sholat jumat saya, mufid, iqbal dan evi berencana untuk jalan2 dulu sebentar mengunjungi telaga warna. sedangkan bang joe, eva dan bang aan berangkat duluan menuju puncak gunung prau. saat di telaga warna cuaca semakin kurang bersahabat untuk melakukan pendakian karena hujan turun cukup deras. setelah menunggu hujan agak reda kami berempat kemballli ke basecamp kejajar untuk siap2 melakukan pendakian ke gunung prau menyusul tiga orang yang sudah berangkat duluan. Saya sangat bersyukur karena saat siap2 berangkat, hujan berhenti dan akhirnya kami memulai perjalanan. medan  yang dilalui masih cukup santai yakni ada makam disebelah kiri, selanjutnya merupakan ladang penduduk. Ladang penduduk ini dipenuhi beraneka ragam sayuran, jalur masih landai dan pemandangan tanah tinggi Dieng masih terlihat jelas. Setelah berjalan santai selama 30 menit track ladang perkebunan penduduk berubah menjadi hutan, hutan pinus dengan medan yang sangat landai sekali. Lepas hutan pinus track sedikit mulai menanjak, dan sudah mulai terbuka karena pemukiman penduduk dan pemandangan Tanah Tinggi Dieng terlihat sangat jelas. Sungguh saya sendiri takjub melihat karya Tuhan yang sangat indah ini. setelah berjalan sekitar 40 menit kami bertemu dengan tiga pendaki yang berangkat duluan.. hahahaTerbesit dalam hati cepat juga y kami berempat jalannya. Setelah habis melewati hutan kita akan menemukan Pos Pemancar. Ketika sudah sampai Pos Pemancar ini menunjukkan bahwa kita makin mendekati puncak Gunung Prau. Kenapa dinamakan Pos Pemancar, sebab disini banyak pemancar stasiun televisi baik milik pemerintah ataupun milik swasta. Saya dan mufid tidak melewati  Pos Pemancar karena kami mengambil jalan pintas yang langsung mengarah menuju puncak gunung prau. Setelah berjalan sekitar 30 menit kita sudah berada diantara lembah-lembah Gunung Prau, kami sesegera mungkin menyisir lokasi untuk buka camp yang cukup aman dan nyaman serta terlindung dari angin pada saat malam hari. Karena berupa lembah, maka kami harus pintar-pintar memilih tempat camp.Celakanya saat itu turun kabut yang menghancurkan harapan saya untuk menyaksikan sunset dari puncak gunung prau :( ,selain itu kami terpisah karean Saya dan mufid berjalan cukup cepat sehingga meninggalkan yang lainnya di belakang. saya dan mufid menemukan tempat camp diatas bukit dan bertetangga dengan pendaki yang sampai duluan di sana. Angin bertiup cukup kencang dan saya mendirikan tenda. Saran saya lakukan pendakian pada saat musim panas, jangan musim hujan seperti yang kami lakukan. Sebab sebagian besar medan Gunung Prau berupa medan lembah terbuka, dan dikhawatirkan pada saat hujan rentan badai dan petir.Malam itu cuaca sangat dingin karena hujan terus menerus turun tiada henti-hentinya, selesai makan malam saya langsung bergegas berlindung dan menghangatkan badan dibawah sleeping bag. Maklum saja sangat dingin karena Gunung Prau berupa lembah yang merupakan tempat pertukaran angin. Memasang alarm pukul 5 pagi untuk summit attack keesokan harinya, berharap tidak kesiangan :)

Sabtu 19 April 2014
Bangun dengan nyawa yang belum terkumpul saya membuka pintu tenda. Cuaca sangat ciamik pagi itu, bergegas saya sholat subuh dan setelah itu mengambil kamera dan membangunkan mufd yang masih berada dalam sleeping bag. Tempat kami membuka tenda dengan puncak Gunung Prau ternyata cukup jauh yaitu 1 jam berjalan dengan medan yang landai.Melihat kearah barat nampak puncak Gunung Slamet dan Ciremai dari jauh, memandang ke sebelah Timur puncak Gunung Sindoro, Sumbing, Merbabu, Merapi dan unggaran terlihat gagah diantara lautan awan pagi itu dengan kabut tipis. Berfoto dan mengabadikan momen yang tak setiap hari kami dapatkan saat di kota. Saya hanya bisa mengucapkan maha besar Allah melihat pemandangan yang saya dapati pagi itu. Serasa di surga...Benar kata orang Prau sangat indah sangat cantik...
Bunga Daisy
Sunrise hari pertama
Sunrise
Sunrise disertai pemandangan bukit
Heaven of prau
Setibanya di puncak gunung prau saya langsung bergegas mengabadikan kegagahan gunung sindoro dan sumbing yang terlihat sangat indah ini
Gunung Sindoro dan Sumbing serta merapi dan merbabu
Gunung Sindoro dan Sumbing
Setelah puas menikmati cuaca yang sangat cerah pagi itu saya menuju ke atas bukit untuk melihat kearah barat. dari sini terlihat gunung slamet dan gunung ciremai. tetapi karena ada beberapa kabut jadi hanya gunung slamet saja yang terlihat cukup jelas. selain dapat melihat gunug slamet dari kejauhan tentunya dari atas bukit ini terlihat pemandangan yang luar biasa yaitu dataran tinggi dieng itu sendiri, kawah2 yang menyemburkan belerang, serta telaga warna yang sangat indah. 
Telaga warna dan kawah
Kota dieng
Bukit teletubbies

Setelah puas berlama-lama menyaksikan keagungan tuhan tersebut saya kembali menuju tenda yang cukup jauh,, di jalan pemandangan yang dapat dilihat tidak kalah menarik.. bukit teletubbies terlihat begitu indahnya.. banyak pendaki yang sedang berfoto ria dengan latar belakang bukit tersebut.
Sore hari kabut datang dan hujan mulai turun lagi,, sirna sudah harapan saya menyaksikan sunset dari gunung yang indah ini.

Minggu 20 April 2014
Seperti bisanya pagi ini pemandangan terlihat sungguh indah.. sunrise yang terlihat juga tidak kalah menawannya.. dan ada ha yang unik pagi itu yaitu awan yang berbetuk angka 3.. sungguh luar biasa pemandangan pagi itu. awan tersebut benar-benar berbentuk angka 3 yang berada di atas gunung sindoro dan sumbing..
Sunrise hari ke dua
three cloud
3 Cloud diatas sindoro dan sumbing

Setelah puas mendapatkan foto tersebut kami bergegas packing untuk kembali ke basecamp.. perjalanan menuju basecamp saya tempuh dengan waktu 1 jam dan lagi-lagi berdua dengan mufid dan meninggalkan yang lainnya cukup jauh.sesampai di basecamp saya dan mufid menunggu 4 orang lainnya yang tak kunjung tiba.. di basecamp saya bertemu dengan mas afri.. kebetulan mas afri adalah fotografer yang memiliki hobi yang sama seperti saya.. sambil berbincang dan berbagi pengalam dan cerita akhinya setelah 1 jam lebih 4 orang lainnya datang dan kami siap2 pulang menuju jogja.



Read more »

Selasa, 13 Januari 2015

Pendakian Gunung Sindoro

Pendakian ke gunung sindoroo ini merupakan pendakian saya yang keempat.
Gunung Sindoro nama lain dari Sindara atau Sundoro, dengan ketinggian 3153 mdpl terletak di kabupaten Wonosobo dan kabupaten Temanggung – Jawa Tengah. Bersebelahan dengan saudara kembarnya yaitu Gunung Sumbing. Ada beberapa jalur pendakian ke Gunung Sindoro, antara lain Jalur Kledung (Temanggung), Jalur Sikatok (desa Sigedang – Kejajar Tambi kab. Wonosobo), Jalur Sibajak (Temanggung), Jalur Jlumprit (Dusun Katekan).

Pada pendakian ini saya berencana melakukan pendakian via jalur kledung
Kali ini saya mencoba mencari teman pendakian melalui forum backpakcer indonesia dan akhirnya hanya ada satu orang yang bisa ikut melakukan pendakian yaitu iqbal
Dua hari sebelum pendakian saya bertemu dengan iqbal untuk membahas segala macam barang dan alat yang diperlukan untuk melakukan pendakian. Setelah berkenalan dan berbincang akhirnya saya tahu ternyata iqbal belum pernah melakukan pendakian sama sekali. Saya merasa agak khawatir juga karena teman pendakian saya kali ini belum berpengalaman. Karena iqbal belum pernah mendaki jadi saya tidak terlalu menargetkan untuk dapat sampai ke puncak dikarenaka cuaca saat itu juga kurang bagus.
 22 Februari 2014
Pada pertemuan sebelumnya saya dan iqbal sudah sepakat untuk bertemu di kos saya dan berangkat jam 7.30 pagi menggunakan satu motor karena sebeumnya saya udah membuat itinerary sebagai berikut
7.30 - 11.30 : Berangkat dan perkiraan sampai di base camp kledung
12.30 - 14.00 : (shalat zuhur) Makan siang, Istirahat dan persiapan pendakian
15.10:(shalat ashar) lanjut memulai pendakian
15.20 - 17.00: base camp – pos 1
17.00 – 18.00 : pos 1 – pos 2
18.00 – 19.00 : Pos 2 – Pos 3, Buka tenda, shalat,istirahat, Masak dll
20.00 – 01.30 : Masuk tenda..... Tidur (wajib),,,,
Minggu, 23 Februari 2014
01.30 – 02.00 : Persiapan summit
02.00 – 05.30 : Tracking ke puncak dan perkiraan sampai…Inilah sesi yang paling WOKEEEEE…..Sunrise di puncak SINDORO…… ( Jangan lupa shalat subuh)
05.30 – 07.00 : Menikmati puncak SINDORO 3153 Mdpl
07.00 – 09.00 : Tracking turun ke pos 3
09.00 – 10.30 : Istirahat, masak, makan, packing dan persiapan turun ke basecamp.
10.30 – 13.30 : Tracking turun dan perkiraan sampai di basecamp
13.30 – 14.30 : Sampai di basecamp, istirahat, bersih2.
14.30 – 16.30 : Perjalanan ke jogja

Sesampainya di basecamp kledung ternyata hujan turun cukup deras dan terpaksa saya menunda keberangkatan hingga hujan sedikit reda. Sambil menunggu hujan ini saya bertemu dan berkenalan dengan beberapa pendaki lain yaitu bang joe, bang aan, indra, dkk. Setelah berbincang cukup lama akhirnya kami memutuskan untuk berangkat bersama. Waktu pun menujukkan pukul 3 Sore dan hujan belum berhenti juga. Akhirnya kami memutuskan untuk berangkat walaupun cuaca saat itu kurang bagus. Tujuan kita adalah mendirikan tenda di Pos 3
Peta pendakian Gunung sindoro via kledung
Dari basecamp kledung ke pos 1 jalan yang dlalui berbatu rapi dengan lahan pertanian disampingnya sejauh sekitar 2km dan hutan pinus setelahnya menjelang Pos 1 Sibajing, dengan ketinggian 1.900 mdpl. Dari pos 1 kita berbelok ke kanan, kita akan mendaki dan menuruni 2 buah punggungan gunung.
Jalur bergeser kepunggungan yang lain melintasi beberapa jembatan kayu.pohon pinus dan lamtoro selama perjalanan akan membawa suasana sejuk.
Untuk sampai pos 3 kita akan melewati medan yang terjal dan berbatu, terdapat batu besar ditengah jalan setapak. kita bisa beristirahat diatas batu sambil menikmati keindahan alam sekelilingnya dan tentunya gunung sumbing yang tepat berada didepan pandangan kita. Jalan tanah berdebu bercampur kerikil seringkali menyulitkan pendakian. medan mulai terbuka selepas pos 2 sehingga pendakian disiang hari mungkin akan terasa panas, untungnya kami melakukan pendakian pada sore hari dan disaat hujan.

Pos 3 (Seroto)
Tepat pukul 9.30 akhirnya kami sampai berada di ketinggian 2.530 mdpl lokasinya terbuka dan cukup luas untuk mendirikan tenda.
Sesampai di pos 3 angin berhembus begitu kencang dan mulai membuat saya menggigil. Saya pun segera mendirikan tenda untuk istirahat. Setelah tenda berdiri kami masak sebentar untuk mengisi perut yang sudah sangat lapar. setelah itu kami beristirahat.
Pagi hari jam 5 saya bangun untuk melaksanakan kewajiban. Setelah itu saya melihat sunrise.
Dari pos 3 ini kita akan menyaksikan pemandangan yang sangat indah ke arah gunung Sumbing beserta sunrisenya. Foto nya ada di instagram saya. Silahkan cek sendiri ya haha. Setelah puas melihat sunrise kami pun sarapan dan bersiap untuk melanjutkan pendakian menuju puncak.
Pemandangan lereng terjal gunung Sindoro serta puncak bayangan yang nampak di depan mata sangat indah untuk dinikmati.

Dari pos 3 pendakian masih melintasi jalan berbatu yang terjal disertai dengan kerikil dan debu.
Meskipun medan sangat berat kawasan ini agak rindang karena banyak ditumbuhi oleh pohon lamtoro dan tanaman perdu setelah mencapai puncak bayangan pertama, pendaki harus menghadapi puncak bayangan berikutnya yang kelihatan sangat tinggi dan curam. selama perjalanan menuju puncak bayangan kedua medan akan terasa sulit ini dikarenakan medannya
sangat terjal dan terik mentari terasa menyengat.
Setelah melakukan pendakian selama 3,5 jam bau belerang pun mulai menyengat dan hal tersebut menandakan puncak sudah semakin dekat.
Sebelum sampai dipuncak tiba2 kabut tebal turun dan sedikit-demi sedikit hujan turun disertai angin yang kencang. Dikarenakan kondisi alam yang begitu ekstrim dengan berat hati saya pun memutuskan untuk turun karena keselamatan adalah segalanya. Dengan perasaan berat dan kecewa saya pun kembali ke pos 3. Satu jam setelah sampai di pos 3 kami bergegas packing untuk kembali pulang.

Sampai di basecamp jam 5 dan saya langsung pamit dengan bang jo, bang aan dan indra untuk pulang duluan sekalian titip salam kepada teman2 yang masih belum sampai di basecamp.
Read more »

Sabtu, 06 Desember 2014

Pendakian Gunung Merbabu via Wekas

Pendakian ke gunung merbabu ini merupakan pendakian saya yang kelima.
Pada pendakian ini saya berencana melakukan pendakian via jalur wekas. Pendakian ini merupakan kelanjutan pendakian yang telah direncanakan oleh bang joe dan sebagai cikal bakal berdirinya TempePala.
Pendaki yang ikut antara lain saya, bang joe, evi, eva, bang aan, bang dani, pras, dll.
Sesuai keepakatan kami bertemu di basecamp wekas pada sore hari. Tetapi dikarenakan cuaca yang kurang baik dan lalulintas yang lumayan padat saya dan evi sampai di basecamp setelah maghrib.













Read more »

Sabtu, 26 April 2014

Sehari tanpa internet

Saat ini tema yang menarik untuk dibahas adalah tentang internet
nah bicara masalah internet siapa sih yang tidak tahu apa itu internet?
internet adalah suatu layanan (kependekan dari interconnection-networking) adalah seluruh jaringan komputer yang saling terhubung menggunakan standar sistem global Transmission Control Protocol/Internet Protocol Suite (TCP/IP) sebagai protokol pertukaran paket (packet switching communication protocol) untuk melayani miliaran pengguna di seluruh dunia. semua rangkaian tersebut jika digabungkan akan menciptakan suatu Rangkaian internet yang besar, jadi hal tersebut lah yang dinamakan Internet. Cara menghubungkan rangkaian dengan kaidah ini dinamakan internetworking (antarjaringan).
Nah sekarang udah lumayan tahu kan apa itu internet?
sekarang kita masuk ke topik pembahasan utama yaitu apasih rasanya jika sehari tanpa koneksi internet?
Kalau kata teman saya sih rasanya ada yang kurang, ibarat makan nasi tanpa lauk pauk
hal tersebut terbukti ketika saya melakukan perjalanan keluar negeri bersama dia
ketika memilih sebuah hostel atau tempat tinggal fasilitas pertama yang harus ada di tempat tersebut adalah yang namanya internet disamping harga yang murah, sedangkan faktor yang lain menjadi nomer sekian, lalu ketika mau pergi menuju suatu tempat dia selalu mengeluh jika tidak mendapatkan koneksi internet, jadi kalau saya ambil sebuah kesimpulan internet itu ibarat pacarnya, karena dia kelihatan sangat resah ketika tidak mendapatkan koneksi internet. nah kalau diperhatikan lebay g tuh teman saya? haha
beda halnya dengan adik sepupu saya yang kemana-mana dan hampir setiap saat handphone selalu berada digenggamannya bahkan saat diatas motor pun hal tersebut dilakukannya kecuali ketika dia yang mengendarai.
Dari dua fenomena diatas yang mungkin sangat umum kita jumpai dapat kita lihat bahwa saat ini internet sudah menjadi kebutuhan utama manusia di zaman modern seperti sekarang ini.
Jangankan sehari tanpa internet satu jam tanpa internet saja ada beberapa orang yang terlihat mulai merasa resah dan merasa ada yang hilang dari dirinya karena sebagian dari dirinya ada di internet yang notaben digunakan untuk mengakses jejearing sosial.
Hal tersebut saat ini hanya berlaku bagi beberapa orang yang berada di kota dan untuk kalangan muda dan remaja saja, sedangkan orang tua yang notaben sudah berumur diatas 60 tahun dan beberapa masyarakat yang tinggal di desa kebanyakan masih belum mengerti apa fungsi internet dan bagaimana cara menggunakan internet.
Menurut pengamatan saya hal yang sangat disayangkan adalah masih banyak pengguna internet yang belum menggunakan internet secara maksimal contohnya anak-anak muda jaman sekarang yang lebih banyak menggunakan internet hanya untuk mengakses jejaring sosial seperti Facebook, Twitter, Path, BBM, Line, dan beberapa aplikasi jejaring sosial lainnya yang belakangan ini semakin marak dan bersaing untuk mendapatkan jumlah pengguna yang banyak. Padahal fungsi internet bukan hanya untuk mengakses jejaring sosial tetapi lebih dari itu, contohnya untuk belajar bagi para pelajar, dengan menggunakan internet mereka bisa mencari materi pelajaran dan kemudian belajar dengan mudah karena hampir semua materi saat ini sudah tersedia di internet. hal tersebut tentunya lebih bermanfaat daripada hanya menggunakan internet untuk mengakses jejaring sosial saja.
Hal tersebut menjadi perhatian oleh telkomsel yang meluncurkan program  indonesia genggam internet http://telkomsel.com/genggam-internet 
dalam program tersebut telkomsel berupaya untuk memberikan layanan internet kepada masyarakat dan harapan saya adalah semoga program tersebut dapat memajukan bangsa ini.

Read more »

Pendakian Gunung Merapi

Pendakian kali ini terkesan mendadak dan tidak terencana untuk saya,,
Pendakian ke gunung merapi ini adalah pendakian saya yang ke tiga setelah sebelumnya mendaki gunung lawu dan gunung merbabu.
Empat hari sebelum tahun baru 2013 saya chatting sm syahrul via whatsapp
dia bilang mau melakukan pendakian ke gunung merapi (2968 Mdpl) bersama beberapa temannya
tiba2 saya bilang boleh tidak saya ikut bersama mereka dan syahrul pun bilang iya
maka keesokan harinya (tgl 29) saya mulai melakukan prepare buat pendakian
dengan waktu hanya satu hari saya harus membeli sepatu(sepatu yang lama hilang ntah kemana), headlamp (headlamp yang lama sudah rusak), logistik untuk pendakian serta memasukkan semuanya kedalam tas dengan waktu yang sangat minim untuk melakukan semua hal diatas
Tgl 30 dipagi hari saya sudah harus bagun untuk mengecek kembali barang-barang yang sudah ada didalam tas, setelah semuanya oke, saya sarapan
siang hari setelah shalat zuhur saya menuju kos nanda yang menjadi tempat kami untuk bertemu
hari itu cuaca mendung dan beberapa kali hujan turun saya pun sampai di kosnya nanda dengan menggunakan mantel
saat di kosnya nanda hujan pun turun semakin lebat dan kami pun menunggu hujan agak sedikit reda sebelum melakukan perjalanan menuju basecamp
waktu menunjukkan pukul 15.00 dan akhirnya hujan pun berhenti
setelah shalat ashar kami pun berangkat menuju selo
sampai di basecamp merapi pukul 19.00
malam itu kami memutuskan melakukan pendakian
berangkat dari basecamp jam 21.00 setelah berjalan cukup lama sekitar 4 jam kami pun memutuskan untuk ngecamp di sebuah tempat yang cukup untuk mendirikan 3 tenda, setelah tenda berhasil kami dirikan maka kami pun langsung bergegas masuk kedalam tenda untuk istirahat
keesokan paginya saya bangun lebih awal sekitar jam 4.30 untuk melihat sunrise (yg lain masih tidur di dalam tenda)
saya pun berhasil mendapatkan beberapa foto dibawah ini

Setelah jam 6 pagi akhirnya mereka bangun juga,, berhubung perut sudah lapar kami pun masak dan sarapan, setelah itu kami foto2 dan ketika waktu menunjukkan pukul 10.00 kami packing untuk melanjutkan perjalanan


Perjalanan berlanjut ke pos pendakian yang semakin dekat dengan puncak
di sana kami istirahat dan berfoto sejenak
beberapa saat setelah foto hujan pun turun dan kami segera membuat shelter untuk berteduh
setelah hampir 3 jam menunggu hujan yang tak kunjung berhenti akhirnya kami memutuskan untuk melnjutkan perjalanan menuju pasar bubrah karena beberapa teman sudah merasa kedinginan dan takutnya malah kena hipotermia


Jam 18.00 kami sampai di pasar bubrah dengan kondisi basah kuyup walaupun sudah menggunakan jas hujan tetap aja basah karena hujannya sangat deras
dengan kondisi berbasah ria kami mendirikan tenda dan setelah tenda berdiri kami langsung masuk kedalam tenda dan mengganti pakaian lalu kemudian membuat minuman hangat
beberapa ada yang mulai memasak karena sudah mulai kelaparan
setelah makan kami pun tidur sekitar 2 jam dan kemudian bangun untuk membakar jagung 
malam itu hujan gerimis, semuanya keluar tenda untuk main petasan (kecuali saya) ceritanya merayakan tahun baru
saya hanya melihat dari dalam tenda karena malas keluar tenda (hehe)
setelah main petasannya selesai semuanya masuk tenda dan kemudian tidur karena besok pagi kami akan menuju puncak

Pagi tgl 1 januari 2013 jam 7 pagi kami berangkat menuju puncak
ada 3 orang yang tidak ikut ke puncak karena mereka sudah pernah sampai di puncak
jadi yang menuju puncak hanya yang belum pernah saja
melakukan perjalanan sekitar 1 jam lebih akhirnya sampai juga di puncak
berikut ini foto yang berhasil saya dapatkan ketika berada di puncak



setelah puas berada di puncak sekitar 50 menit kami pun turun dan setelah sampai di tenda kami sarapan
beberapa jam setelah makan kami pun packing dan kemudian foto2 lagi sebelum turun
perjalanan dari pasar bubrah menuju basecamp kami tempuh kurang lebih 4 jam perjalanan
sampai di basecamp kami istirahat sejenak dan kemudian mengganti pakaian dan bersiap kembali menuju jogja
pendakian ini adalah sebuah moment pendakian yang tak terlupakan

Read more »

Jumat, 11 April 2014

Manfaat Daun Sirih


Informasi
“SEJUTA” KHASIAT DAUN SIRIH
Daun sirih sangat populer di masyarakat kita. Kerap kali, tumbuhan merambat ini dijumpai di halaman rumah. Sirih (Piper betle L atau Chavica aurculata Miq) memang mudah ditanam. Cukup dengan menggunakan stek dan diberi cukup air, tanaman ini bisa tumbuh baik di tempat panas maupun di tempat yang terlindung.
Ada beberapa jenis sirih yang dikenal di masyarakat. Misalnya, sirih jawa (daun lebih lembut, kurang tajam, hijau rumput), sirih belanda (daun besar, hijau tuam rasa dan bau tajam dan pedas), sirih cengkeh (kecil, daun kuning, rasa seperti cengkeh), sirih kuning, dan sirih hitam.
Sirih sangat kaya dengan kandungan zat berkhasiat. Di antaranya, minyak atsiri, hidroksikavicol, kavicol, kavibetol, allylpyrokatekol, cyneole, caryophyllene, cadinene, estragol, terpennena, seskuiterpena, fenil propana, tanin, diastase, gula, dan pati.
Efek zat aktif yang dikandung seluruh bagian tanaman sirih adalah merangsang syaraf pusat, merangsang daya pikir, meningkatkan gerakan peristaltik, merangsang kejang, meredakan sifat mendengkur. Daun sirih memiliki efek mencegah ejakulasi prematur, mematikan jamur Candida albicans, anti kejang, analgesik, anestetik, pereda kejang pada otot polos, penekan pengendali gerak, mengurangi sekresi cairan pada liang vagina, penekan kekebalan tubuh, pelindung hati, dan antidiare.
Tanaman sirih juga diketahui bisa mengatasi batuk, bronchitis, menghilangkan bau badan, mengobati luka bakar, mimisan, bisul, mata gatal dan merah, koreng dan gatal-gatal, menghentikan pendarahan gusi, sariawan, menghilangkan bau mulut, jerawat, keputihan, dan mengurangi produksi air susu ibu yang berlebihan.
Untuk obat batuk, sebanyak 15 lembar daun sirih direbus dengan tiga gelas air hingga tersisa 3/4-nya, minum dengan madu. Obat bronchitis, sebanyak tujuh lembar daun sirih dan gula batu satu potong direbus dengan dua gelas air hingga tersisa satu gelas, minum sehari 3 X 1/3 gelas. Menghilangkan bau badan, lima lembar daun sirih direbus dengan dua gelas air hingga menjadi satu gelas, minum siang hari.
Obat luka bakar, daun segar diperas airnya, ditambah sedikit madu, bubuhkan di tempat yang luka bakar. Mimisan, daun agak muda satu lembar dilumatkan, digulung untuk menyumbat hidung berdarah. Bisul, daun sirih secukupnya dicuci bersih, digiling menjadi halus, dioleskan pada bisul dan sekelilingnya, dibalut. Sehari diganti dua kali.
Mengatasi mata gatal dan merah, lima sampai enam lembar daun direbus dengan satu gelas air sampai mendidih. Setelah dingin untuk cuci mata dengan memakai gelas air sampai mendidih. Setelah dingin untuk cuci mata dengan memakai gelas cuci mata. Sehari tiga kali sampai sembuh.
Untuk koreng dan gatal-gatal, sebanyak 20 lembar direbus, saat hangat dipakai untuk cuci. Menghentikan pendarahan gusi, daun empat lembar direbus dengan dua gelas air, dipakai untuk kumur. Obat sariawan, daun sirih segar sebanyak satu sampai dua lembar dibersihkan, dikunyah sampai lumat, ampasnya dibuang.
Untuk menghilangkan bau mulut, sebanyak dua sampai empat lembar daun diremas, lalu diseduh, dipakai untuk kumur. Obat jerawat, tujuh sampai 10 lembar daun sirih ditumbuk sampai halus, kemudian diseduh dengan dua gelas air panas. Airnya dipakai untuk mencuci muka yang berjerawat. Sehari dilakukan dua sampai tiga kali.
Obat keputihan, sebanyak 10 lembar daun direbus dengan 2,5 liter air, hangat-hangat dipakai untuk mencuci liang kemaluan. 
Untuk mengurangi produksi ASI yang berlebihan, beberapa lembar daun sirih diolesi minyak kelapa, hangatkan di atas api hingga menjadi layu, hangat-hangat tempelkan di seputar payudara yang bengkak..... 
Read more »

Selasa, 07 Februari 2012

Pendakian Gunung Merbabu via selo


Pada Tanggal 22 Januari 2010 saya bersama teman-teman pergi ke magelang untuk melakukan pendakian gunung merbabu (3145 Mdpl), kami melakukan pendakian melewati jalur selo. ini adalah pendakian kedua saya di jawa tengah setelah sebelumnya mendaki gunung lawu. dengan beranggotakan 10 orang kami berangkat pukul 18.00 dan akhirnya sampai di sabana 1 pukul 22.00. di sabana 1 kami mulai mendirikan 3 buah tenda. setelah tenda selesai didirikan kami pun istirahat karena merasa sangat lelah. malam itu pun angin berhembus sangat kencang sehingga membuatku sekali-kali terbangun karena udara yang sangat dingin dan tenda yang terasa akan terbang dibawa oleh angin. saya pun tidur dan terbangun hingga pukul 4 dan akhirnya sholat subuh. Setelah sholat subuh lsnjut tidur lagi dan bangun pukul 9. setelah bangun saya langsung menjemur sepatu. sambil menuggu sepatu kering kami masak mie instan dulu sambil foto-foto sebelum berangkat menuju puncak. 



setelah jam 10 lewat kami langsung berangkat menuju puncak. perjalanan menuju puncak kurang lebih sekitar 2 hingga 3 jam perjalanan. Setelah sampai di puncak kami minum dan makan bekal yang kami bawa kemudian kami berfoto ria. 


setelah selesai foto-foto kami pun turun dari puncak karena langit sudah mendung. bariu turun sekitar 1 menit hujan pun turun. kami pun basah kuyup kena hujan. 3 orang di depan pergi menghilang sebelum sampai di sabana 3. Saya pun sendirian dari sabana 3 hingga sabana 1. sedangkan 4 orang yang di belakang ketinggalan jauh karena awalnya kami ber 4 berlari menuruni bukit. kabut pun turun dan mulai timbul perasaan ragu mau mengejar 3 orang yang di depan atau menunggu 4 orang yang berada di belakang. hingga akhirnya saya putuskan untuk berjalan sendiri dengan santai. hingga akhirnya bertemu dengan beberapa pendaki lain yang kebetulan juga mau turun. jalan pun sangat licin, hujan juga sangat lebat sehingga menyusahkan untuk melihat sekitar dan berjalan. Setelah 1 jam akhirnya  tiba juga di sabana satu tempat dimana tenda didirikan. langsung saya ganti seluruh pakaian yang saya kenakan karena sudah menggigil kedinginan. setelah menunggu beberapa menit barulah 4 orang yang ketinggalan di belakang sampai di sabana 1. kami pun istirahat sebentar kemudian bergegas packing untuk kembali pulang menuju basecamp.

Read more »

Minggu, 01 Januari 2012

New Year 2012

Selamat tahun baru 2012
walaupun saya sendiri tadi malam tidak merayakannya tetapi mungkin sebagian dari teman-teman ada yang merayakan.
merayakan tahun baru atau tidak menurut saya sama saja karena hal tersebut tidak terlalu penting karena hal yang paling penting adalah bagaimana diri kita untuk berubah menjadi lebih baik dari tahun sebelemunya.
tentunya setiap orang mempunyai harapan yang berbeda pada tahun baru ini.
saya sendiri mempunyai harapan agar tahun ini bisa wisuda dengan predikat cumlaude sebelum lebaran dan tentunya setelah lulus bisa mendapatkan pekerjaan yang saya harapkan. amin.


Read more »